Another Templates

TUGAS 8 AKUNTANSI INTERNASIONAL

TUGAS AKUNTANSI INTERNASIONAL

MATERI

PEMBANDINGAN SISTEM AKUNTANSI

Sumber: Choi, Frederick D.S. dan Gary K. Meek

Dalam Buku

International Accounting

Akuntansi Internasional

Buku 1 Edisi 6

Penerbit Salemba Empat

Dan

Dalam www.lanasularto.staff.gunadarma.ac.id

PEMBANDINGAN SISTEM AKUNTANSI

Yang akan dibandingkan adalah :

1. Pengaturan dan Pembinaan Akuntansi;

2. Pelaporan Keuangan;

3. Pengukuran Akuntansi; dan

4. Usaha Konvergensi dengan IFRS

Yang terdiri dari:

· Sistem Akuntansi 6 negara pendiri IASC / IASB : Amerika Serikat, Belanda, Inggris, Jepang, Jerman, dan Prancis.

· Sistem Akuntansi negara dengan kebangkitan ekonomi, yakni : Republik Ceko, Cina, India, dan Meksiko.

· Negara dengan Potensi Ekonomi Besar yaitu Indonesia.

1. AMERIKA SERIKAT

· Menganut Common Law, sehingga perkembangannya dilakukan oleh Swasta (FASB), dan disahkan oleh SEC;

· Pengaturan dan Pembinaan :

a. 2002, melalui Norwalk Agreement, FASB dan IASB sepakat mengonvergensikan GAAP milik FASB dan IFRS milik IASB.

b. 2002, ditandatangani UU Sarbane-Oxley Act (GCG, pengungkapan, pelaporan dan profesi audit), dengan pembentukan organisasi nirlaba untuk mengatur audit dan auditor perusahaan publik.

· Pelaporan Keuangan

Komponen laporan keuangan meliputi : Laporan Manajemen, Laporan Auditor Independen, Laporan Keuangan Utama, Pembahasan dan Analisis Manajemen, Pengungkapan Kebijakan Akuntansi, Catatan Atas Laporan Keuangan, dan Perbandingan Data Terpilih Triwulan.

· Pengukuran Akuntansi

a. Dasar pengukuran akuntansi dengan dasar accrual, sehingga sangat terikat dengan konsep matching

b. Goodwill dikapitalisasi, tidak ada amortisasi tetapi dengan impainment

c. Untuk aset berwujud dan tidak berwujud menggunakan historical cost, dan revaluasi diperbolehkan.

d. Penilaian persediaan dengan metode LIFO, FIFO dan Average. Penilaian pajak dengan metode LIFO

e. Teknik perataan laba dilarang

· Usaha Konvergensi dengan IFRS

a. Metode akuntansi penggabungan usaha, goodwill yang timbul dari akuisisi, pencatatan investasi dalam perusahaan asosiasi, penyusutan, akuntansi kemungkinan kerugian, leases keuangan, pajak tangguhan dan pencadangan untuk perataan penghasilan sudah sama dengan IFRS

b. Penilaian aset, penilaian persediaan berbeda dengan IFRS

2. BELANDA

· Menganut code Law, sehingga pengaturan akuntansi diatur oleh negara.

· Pengaturan dan Pembinaan Akuntansi, sejak tahun 1970 diperkenalkan Mandatory Audit, yang mendorong pembentukan Tripartiet Accounting Group, yang diganti dengan Council of Annual Report th 1981.

· Pelaporan Keuangan yang meliputi : Neraca, Laporan Laba-Rugi, Catatan, Laporan Direktur dan Informasi lain yang dianggap perlu.

· Pengukuran Akuntansi

a. Penggabungan usaha umumnya menggunakan metode pembelian

b. Goodwill dikapitalisasikan dan diamortisasi maksimum 20 tahun

c. Metode ekuitas baru digunakan jika investor berpengaruh secara signifikan

d. Rekomendasi dewan tentang translasi valas sesuai dengan IAS no. 21

e. Aset berwujud diukur dengan nilai sekarang. Harga historis tetap dicantumkan untuk keperluan pajak

f. Karena penerapan aturan yang sangat fleksibel, maka ada peluang untuk praktek perataan penghasilan

· Usaha Konvergensi dengan IFRS

a. Peraturan yang sudah sama : akuntansi penggabungan usaha, pencatatan investasi untuk perusahaan asosiasi, penilaian aset, penyusutan aset tetap, akuntansi kemungkinan kerugian, leases keuangan, pajak tangguhan.

b. Yang belum sama : Pencatatan goodwill, penilaian persediaan, perataan penghasilan

3. INGGRIS

· Merupakan negara pertama di dunia yang mengembangkan profesi akuntansi serta negata ini menganut sistem Common Law

· Pengaturan dan Pembinaan Akuntansi

a. Sumber utama standar akuntansi keuangan di Inggris adalah UU perusahaan dan profesi akuntansi

b. Standar akuntansi disahkan oleh CCAB yang kemudian diubah menjadi ASC, yang mengikat 6 badan akuntansi di Inggris, yang bertugas mengumumkan SSAP’s

· Pelaporan Keuangan, merupakan yang paling komprehensif di dunia. Laporan keuangan meliputi : Laporan Direktur, Laporan Laba-Rugi, Neraca, Laporan Arus Kas, Laporan Total Keuntungan dan Kerugian yang Diakui, Catatan dan Laporan Audit.

· Pengukuran Akuntansi

a. Metode akuisisi dan merger (pooling of interest) diperbolehkan dalam penggabungan usaha

b. Aset dapat dinilai dengan biaya historis, nilai wajar maupun campuran keduanya

c. Leases dikapitalisasi, dan kewajiban lease dibukukan sebagai hutang

d. Persediaan dinilai sebesar yang lebih rendah antara harga pokok dengan FIFO atau Average. Metode LIFO dilarang di Inggris

e. Mulai Januari 2005, semua perusahaan Inggris boleh menggunakan IFRS sebagai pengganti UK GAAP

· Usaha Konvergensi dengan IFRS

a. Persamaan UK GAAP dengan IFRS : metode penggabungan usaha, pencatatn investasi, penilaian aset, penyusutan, penilaian persediaan, akuntansi kerugian, lease, pajak yang ditangguhkan

b. Perbedaan dengan IFRS dalam hal : perlakuan terhadap goodwill, adanya pencadangan untuk perataan penghasilan

4. JEPANG

· Menganut Code Law dan negara ini merupakan negara tradisional dengan akar budaya yang sangat kuat. Selain itu, muncul keiretsu, yaitu kebersamaan atau konglomerasi gaya Jepang.

· Pengaturan dan Pembinaan Akuntansi

a. Didasarkan pada triangular legal system yaitu pengaturan berdasarkan 3 UU : Commercial Code, Securities and Exchange Law dan Corporate Income Tax Law, yang diatur oleh MOJ (Ministry of Justice)

b. Audit di Jepang di bawah JICPA. Pada 2003 dibentuk agen pemerintah yang bertugas memonitor dan memperbaiki profesi auditing dan mutu audit Jepang.

c. Tahun 2001 didirikan ASBJ yang bertanggung jawab terhadap mengembangkan standar akuntansi di Jepang.

· Pelaporan Keuangan

Meliputi : Neraca, Laporan Penghasilan, Laporan Bisnis, Usul Penggunaan Saldo Laba dan Daftar Penunjang.

· Pengukuran Akuntansi

a. Penggabungan usaha : dengan metode pembelian, meskipun metode pooling diperbolehkan. Goodwill diperbolehkan dengan amortisasi maksimal 20 tahun.

b. Investasi dicatat dengan metode ekuitas.

c. Persediaan dinilai berdasarkan LOCOM. Metode penilaian persediaan dengan FIFO, LIFO, dan Average.

d. Aset dinilai sebesar harga pokok.

e. Biaya riset dan pengembangan dicatat sebagai biaya pada saat terjadi.

f. Leases keuangan dikapitalisasi dan diperlakukan sebagai operating leases.

g. Pajak yang ditangguhkan dicatat dengan metode liabilitas.

h. Big Bang pada akhir 1999 menyebabkan banyak perubahan, salah satunya ke arah penyesuaian dengan IFRS.

· Usaha Konvergensi dengan IFRS

a. Praktek akuntansi yag sudah sama : metode penggabungan usaha, pencatatan investasi, akuntansi kemungkinan kerugian, leases, pajak yang ditangguhkan.

b. Praktek akuntansi yang belum sama : goodwill, penilaian aset, penyusutan aset, penilaian persediaan, cadangan perataan penghasilan.

5. JERMAN

· Menganut Code Law, sehingga standar akuntansi di Jerman tergantung pada Undang-undang. Akuntansi di Jerman di desain untuk menghitung jumlah penghasilan yang hati-hati (prudent).

· Pengaturan dan Pembinaan Akuntansi

Standar Akuntansi di Jerman (GASB) diawasi oleh GASC yang didirikan pada 1998, dan bertugas untuk mengembangkan standar Jerman yang cocok dengan standar internasional.

· Pelaporan Keuangan

a. Neraca

b. Laporan Penghasilan

c. Catatan

d. Laporan Manajemen

e. Laporan Auditor

· Pengukuran Akuntansi

a. Penggabungan usaha : dengan metode pembelian, meskipun metode pooling diperbolehkan. Goodwill diperbolehkan dengan nilai amortisasi 4 – 20 tahun.

b. Investasi dicatat dengan metode ekuitas.

c. Metode penilaian persediaan dengan LIFO, FIFO, dan Average.

d. Aset dinilai sebesar harga historisnya.

· Usaha Konvergensi dengan IFRS

a. Praktek akuntansi yang sudah sama : metode penggabungan usaha, pencatatan investasi, akuntansi kemungkinan kerugian, cadangan perataan penghasilan.

b. Praktek akuntansi yang belum sama : goodwill, penilaian aset, penyusutan aset, penilaian persediaan, leases, pajak yang ditangguhkan.

6. PERANCIS

· Menganut Code Law. Undang-undang akuntansi pertama diakui pada September 1947.

· Pengaturan dan Pembinaan Akuntansi

a. Dasar utama undang-undang akuntansi Perancis adalah Accounting Law (1983) dan Accounting Decree (1983).

b. Ciri akuntansi Perancis adalah dikotomi antara laporan keuangan perusahaan individual dan konsolidasi.

c. Perancis juga mengizinkan penggunaan IFRS atau GAAP AS.

· Pelaporan Keuangan

a. Perusahaan Perancis harus melaporkan : neraca, laporan laba, catatan pada LK, laporan direktur dan laporan auditor.

b. Code of Commerce mengizinkan UMKM untuk membuat laporan keuangan yang disederhanakan.

· Pengukuran Akuntansi

a. Aset berwujud dinilai sebesar harga historisnya, dan disusutkan sesuai aturan perpajakan.

b. Goodwill dikapitalisasi dan diamortisasi ke penghasilan tanpa batas waktu.

c. Persediaan dinilai berdasarkan yang lebih rendah antara harga pokok dengan nilai salah satu metode FIFO atau rata-rata tertimbang.

d. Biaya riset dan pengembangan dikapitalisasi pada saat terjadi.

e. Leases tidak dikapitalisasi dan biaya yang terjadi diperlakukan sebagai beban.

f. Pajak yang ditangguhkan dicatat dengan metode liabilitas.

g. Mulai tahun 2006, IFRS menjadi dasar laporan konsolidasi di Perancis.

· Usaha konvergensi dengan IFRS

a. Beberapa aturan yang sama dengan IFRS adalah : metode penggabungan usaha, pencatatan investasi, penilaian persediaan.

b. Yang belum sama adalah : Goodwill, penilaian aset, penyusutan, leases, pajak yang ditangguhkan, ada cadangan untuk perataan penghasilan.

TUGAS 7 AKUNTANSI INTERNASIONAL

AKUNTANSI INTERNASIONAL

MATERI

AKUNTANSI KOMPARATIF

Sumber: Choi, Frederick D.S. dan Gary K. Meek

Dalam Buku

International Accounting

Akuntansi Internasional

Buku 1 Edisi 6

Penerbit Salemba Empat

A. Beberapa Pengamatan Tentang Standar dan Praktik Akuntansi

Standar akuntansi merupakan regulasi atau peraturan yang mengatur pengolahan laporan keuangan. Susunan standar merupakan proses perumusan standar akuntansi. Jadi, standar akuntansi merupakan hasil dari susunan standar. Namun, praktik yang sebenarnya bisa saja menyimpang dari apa yang diharuskan standar. Sedikitnya ada tiga alasan untuk hal ini. Pertama, di banyak negara hukuman untuk kegagalan dengan pernyataan akuntansi resmi sudah dianggap lemah atau tidak efektif. Perusahaan tidak selalu mengikuti standar-standar yang ada jika tidak dipaksa. Kedua, perusahaan bisa dengan sukarela melaporkan lebih banyak informasi daripada yang diharuskan. Ketiga, beberapa negara mengizinkan perusahaan untuk keluar dari jalur standar akuntansi jika hal tersebut bisa menggambarkan hasil operasi dan posisi keuangan perusahaan dengan bekerja dalam sebuah negara, harus memperhatikan proses penyusunan standar akuntansi, standar akuntansi yang menjadi hasilnya, dan praktik aktualnya. Audit menambahkan kredibilitas pada laporan keuangan.

Susunan standar akuntansi biasanya menggabungkan kombinasi dari kelompok sektor umum dan sektor swasta. Sektor swasta meliputi profesi akuntansi seperti pengguna dan penyususn laporan keuangan dan pegawai. Sektor umum bertanggung jawab atas hukum komersial, dan komisi keamanan. Pasar saham biasa bergantung pada negaranya. Peran dan pengaruh kelompok-kelompok ini dalam menyusun standar akuntansi berbeda di setiap negara. Perbedaan ini membantu menjelaskan kenapa setiap standar berbeda di seluruh dunia.

Hubungan antara standar akuntansi dan praktik akuntansi sangat rumit, dan tidak selalu bergerak dalam gerakan satu arah. Dalam beberapa kasus, praktik diambil dari standar; di kasus lain, standar diambil dari praktik. Praktik bisa dipengaruhi oleh tekana pasar, seperti tekanan-tekanan yang berhubungan dengan persaingan pendapatan dalam pasar modal. Perusahaan-perusahaan yang bersaing bisa begitu saja memberikan informasi di luar apa yang diharuskan sebagai tanggapan terhadap permintaan informasi oleh investor dan yang lainnya. Jika permintaan akan informasi tersebut cukup kuat, standar bisa diubah untuk menutup informasi yang awalnya bersifat sukarela.

Akuntansi atas kewajaran penyajian biasanya dihubungkan dengan negara hukum berevolusi, sedangkan akuntansi pemenuhan legal biasanya ditemukan dalam negara hukum berkode. Perbedaan ini berlaku dalam susunan standar, yang dalam sektor swasta cukup berpengaruh dalam kewajaran penyajian di negara hukum berevolusi, sedangkan sektor publik relatif lebih berpengaruh pada pemenuhan legal di negara hukum berkode. Audit menyejajarkan sistem hukum dan peran serta tujuan pelaporan keuangan. Profesi audit cenderung lebih disesuaikan sendiri dalam negara-negara kewajaran penyajian, khususnya di negara-negara yang dipengaruhi oleh Inggris. Auditor juga menggunakan lebih banyak penilaian ketika tujuan auditnya adalah untuk membuktikan pada kewajaran penyajian dari laporan keuangan. Sebaliknya, dalam negara-negara hukum kode (code law), tujuan utama audit adalah untuk memastikan bahwa catatan dan laporan keuangan sesuai dengan persyaratan hukum.

B. IFRS dalam Uni Eropa

Kecenderungan dalam laporan keuangan menghadap ke arah kewajaran penyajian, setidaknya bagi laporan keuangan gabungan. Kecenderungan ini sangat benar dalam Uni Eropa. Pada tahun 2002, Uni Eropa menyetujui sebuah aturan akuntansi yang mengharuskan semua perusahaan Uni Eropa yang terdaftar dalam sebuah pasar resmi untuk mengikuti IFRS dalam laporan keuangan gabungan mereka, dimulai pada tahun 2005. Negara-negara anggota dibebaskan untuk memperluas persyaratan ini bagi semua perusahaan, bukan hanya perusahaan yang terdaftar, termasuk laporan keuangan perusahaan pribadi.

Untuk memahami akuntansi di Eropa, seseorang harus bisa memahami IFRS dan persyaratan akuntansi setempat. Banyak perusahaan akan memilih untuk mengikuti persyaratan setempat di perusahaan-perusahaan dimana IFRS digunakan. Sebagai contoh perusahaan tersebut bisa saja menganggap IFRS tidak sesuai atau terlalu rumit untuk kebutuhan mereka.

1. Laporan Keuangan

Laporan Keuangan IFRS terdiri atas neraca gabungan, laporan laba rugi, laporan kas, laporan perubahan ekuitas (atau laporan laba rugi dan pengeluaran yang diakui), dan catatan penjelasan. Ungkapan catatan harus mencakup:

· Kebijakan akuntansi yang diikuti

· Penilaian yang dibuat oleh manajemendalam menerapkan kebijakan akuntansi yang penting

· Asumsi utama mengenai masa depan dan sumber-sumber penting tentang ketidakpastian estimasi

Informasi komparatif hanya dibutuhkan untuk periode terdahulu. Tidak ada persyaratan IFRS untuk membuat laporan keuangan entitas perusahaan induk sebagai tambahan bagi laporan keuangan gabungan. Persyatratan IFRS juga tidak ada untuk menghasilkan laporan keuangan sementara. Penggabungan didasarkan pada kontrol, yang merupakan kekuatan untuk mengatur kegiatan keuangan dan operasi entitas lain: Secara umum, semua cabang harus digabungkan bahkan jika kontrolnya bersifat sementara atau cabang beroperasi di bawah pembatasan transfer-dana jangka panjang yang ketat. Kewajaran penyajian diperlukan. IFRS bisa dikesampingkan hanya dalam keadaa yang sangat jarang untuk mencapai kewajaran penyajian. Ketika IFRS dikesampingkan, pengaruh alam, pertimbangan, dan keuangan awal dari IFRS harus diungkapkan.

2. Patokan Akuntansi

Dalam IFRS, semua kombinasi bisnis dianggap pembelanjaan. Goodwill merupakan perbedaan antara harga pasar dari pertimbangan yang ada dan harga pasar dari aset cabang, kewajiban, dan kewajiban bersyarat. Goodwill diuji setiap tahun untuk memeriksa penurunan nilainya. Goodwill yang negatif harus segera diakui dalam pendapatan. Entitas-entitas yang dikontrol bersama-sama bisa dibukukan, baik untuk gabungan yang proporsional (lebih dipilih) atau metode ekuitas. Sebuah asosiasi merupakan sebuah entitas dimana penanam modal memiliki pengaruh yang signifikan, tapi bukan sebuah cabang atau usaha patungan. Pengaruh yang signifikan merupakan kekuatan untuk ikut serta dalam keputusan kebijakan keuangan dan operasional perusahaan tempat modal tersbut ditanamkan, tapi bukan untuk mengendalikan kebijakan tersebut. Hal ini dianggap ada ketika penanam modal memegang sedikitnya 20% saham perusahaan dan tidak akan ada jika hanya memegang kurang dari 20%; anggapan ini bisa dibantah jika ada bukti penyimpangan yang jelas.

Translasi laporan keuangan dari operasi asing didasarkan pada konsep mata uang fungsional. Mata uang fungsional merupakan lingkungan ekonomi utama di mana entitas asing tersbut beroperasi. Mata uang tersebut bisa berupa mata uang yang sama digunakan oleh perusahaan induk untuk menyusun laporan keuangannya atau mata uang yang berbeda, mata uang asing. (a) jika entitas asing memiliki mata uang fungsional yang berbeda dari mata uang dalam laporan perusahaan induk maka laporan keuangannya ditranslasikan dengan menggunakan metode tarif yang ada dengan penyesuaian hasil translasi yang dicakup dalam ekuitas pemegang saham. (Dalam metode tarif setempat, aset dan pertanggungjawaban ditranslasikan pada tingkat bursa akhir tahun, atau tahun tersebut; pendapatan dan pembelanjaan ditranslasikan pada tingkat transaksi [atau, dalam praktiknya tingkat rata-rata]). (b) Jika entitas asing memiliki mata uang fungsional yang sama dengan mata uang laporan perusahaan induk, laporan keuangan ditranslasikan sebagai berikut:

· Tingkat akhir tahun untuk artikel moneter

· Tingkat bunga didasarkan tanggal transaksi untuk artikel non-moneter yang diterima pada nilai perolehan

· Tingkat bursa berdasarkan tanggal penilaian untuk artikel non-moneter yang diterima pada nilai wajar

Penyesuaian translasi dimasukkan dalam pendapatan periode yang sedang berjalan, (c) Jika entitas asing memiliki mata uang fungsional dari sebuah ekonomi dengan inflasi yang sangat tinggi, laporan keuangannya pertama kali diulangi untuk efek inflasi, selanjutnya ditranslasikan dengan menggunakan metode tarif yang telah dijelaskan sebelumnya.

Aset dinilai berdasarkan harga perolehan atau harga pasar. Jika metode harga pasar yang digunakan, revaluasi (penilaian kembali aset tetap) harus digunakan secara teratur dan semua barang dari kelas tertentu harus dinilai kembali. Peningkatan nilai revaluasi dikreditkan ke ekuitas (mengurangi ekuitas). Depresiasi dibebankan secara sistematis atas unsur penggunaan aset, menggambarkan pola pemakaian manfaat. Biaya riset dibebankan ke akun beban pada saat dikeluarkan, Biaya pengembangan dikapitalisasi setelah kelayakan teknis dan komersial dari produk atau jasa telah ditentukan. Persediaan dinilai pada biaya terendah atau nilai keuntungan yang bisa dicapai. FIFO dan beban rata-rata merupakan dasar biaya yang sesuai menurut IFRS, tapi LIFO tidak.

Pinjaman keuangan dikapitalisasi dan diamortisasi, sementara pinjaman operasional dibebankan pada dasar yang sistematis, biasanya membayar utang pinjaman pada dasar garis lurus. Biaya untuk memberikan keuntungan bagi pegawai diakui dalam periode di mana keuntungan didapatkan oleh pegawai bukan ketika keuntungan dibayarkan kepada pegawai. Provisi tersebut diakui ketika sebuah kejadian yang telah lalu menciptakan sebuah kewajiban hukum atau konstruktif, ada kemungkinan aliran sumber daya, dan jumlah kewajiban yang bisa diperkirakan. Kewajiban bersyarat merupakan sebuah kewajiban yang mungkin, sebuah kewajiban yang mungkin tidak memerlukan aliran sumber daya, atau sebuah kewajiban yang tidak bisa diperkirakan. Kewajiban bersyarat tersebut diakui sebagai utang, tapi tetap diungkapkan dalam catatan. Aset-aset bersyarat juga tidak diakui. Pajak-pajak yang ditangguhkan dibayar penuh, menggunakan metode kewajiban, untuk selisih sementara antara jumlah aset atau utang dan dasar pajaknya. Aset pajak tangguhan dan utang harus dihitung berdasarkan tingkat pajak yang diharapkan berlaku ketika aset tersebut didapatkan atau utang dilunasi. Pajak dan utang tersebut tidak mendapatkan potongan.