Another Templates

TUGAS RISET AKUNTANSI 2

RISET AKUNTANSI (RESUME 2) JAKA ARIA/20207596/3EB08

Judul Penulisan : ANALISIS HUBUNGAN KINERJA KEUANGAN TERHADAP HARGA SAHAM ANTARA PT. INDOCEMENT TUNGGAL PRAKARSA Tbk. dan PT. SEMEN CIBINONG Tbk. PERIODE 1998-2002
pPNama Penulis : Verawaty Kaban
Referensi : Skripsi, Fakultas Ekonomi, Universitas Sumatera Utara


RESUME


Dalam skripsi ini penulis menggunakan rasio profitabilitas, Earning Per Share, dan Price Earning Ratio untuk mengetahui pengaruh kinerja keuangan dengan harga saham. Berdasarkan perhitungan dan analisis yang telah dilakukan pada PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk. dan PT Semen Cibinong Tbk. untuk periode 1998-2002, dapat disimpulkan bahwa kinerja keuangan yang terdiri dari rasio profitabilitas, Earning Per Share, Price Earning Ratio memiliki hubungan dengan harga saham. Hanya saja untuk Earning Per Share, baik untuk PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk. dan PT Semen Cibinong Tbk hubungannya tidak searah, yaitu kenaikan EPS akan diikuti oleh penurunan harga saham dan penurunan EPS akan diikuti oleh kenaikan harga saham. Hal ini dapat dilihat dari nilai koefisien korelasi yang dihasilkan oleh kedua perusahaan tersebut.
Akan tetapi hal ini bukan disebabkan oleh kinerja perusahaan yang kurang baik saja, tetapi lebih dikarenakan oleh situasi perekonomian yang kurang baik, yaitu melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika pada akhir tahun 2000 yang mengakibatkan kedua perusahaan tersebut mengalami rugi selisih kurs yang sangat besar.
Adapun nilai koefisien korelasi pada PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk. yaitu untuk Rasio Profitabilitas sebesar 0,14 ; Earning Per Share sebesar –0,217 ; dan Price Earning Ratio yang dihasilkan sebesar 0,45.
Sedangkan pada PT Semen Cibinong Tbk. nilai koefisien korelasi untuk Rasio Profitabilitas sebesar 0,12 ; Earning Per Share sebesar –0,27 ; dan Price Earning Ratio yang dihasilkan sebesar 0,55.
1. Berdasarkan nilai koefisein korelasinya, maka untuk Rasio Profitabilitas menghasilkan hubungan yang positf namun lemah terhadap harga saham, baik untuk PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk. maupun untuk PT Semen Cibinong Tbk. Hubungan yang positif mengandung arti apabila Rasio Profitabilitas mengalami kenaikan maka harga saham juga akan mengalami kenaikan, begitu pula sebaliknya apabila Rasio Profitabilita mengalami penurunan, maka harga saham juga akan mengalami penurunan. Sedangkan hubungan yang lemah mengandung arti bahwa kenaikan Rasio Profitabilitas akan mengakibatkan kenaikan harga saham pula, akan tetapi kenaikan harga sahamnya tidak sebesar dengan kenaikan yang terjadi pada Rasio Profitabilitasnya, begitu pula sebaliknya penurunan Rasio Profitabilitas akan mengakibatkan penurunan harga saham, akan tetapi penurunannya tidak sebesar dengan penurunan Rasio Profitabilitasnya.
Untuk Earning Per Share (EPS) menghasilkan hubungan yang negatif dan lemah terhadap harga saham, baik untuk PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk. maupun untuk PT Semen Cibinong Tbk. Hubungan yang negatif mengandung arti kenaikan EPS akan mengakibatkan penurunan harga saham, sedangkan penurunan EPS akan mengakibatkan kenaikan pada harga saham. Sedangkan hubungan yang lemah mengandung arti apabila EPS mengalami kenaikan maka harga saham akan mengalami penurunan akan tetapi penurunannya tidak sebesar kenaikan EPS-nya, begitu pula sebaliknya penurunan EPS akan mengakibatkan kenaikan harga saham, hanya saja kenaikan harga saham tersebut tidak sebesar penurunan EPS-nya.
Sedangkan untuk Price Earning Ratio (PER) yang dihasilkan menghasilkan hubungan yang positif dan cukup kuat terhadap harga saham untuk PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk., dan menghasilkan hubungan yang positif dan kuat untuk PT Semen Cibinong Tbk. Hubungan yang positif mengandung arti apabila PER mengalami kenaikan maka harga saham juga akan mengalami kenaikan, sedangkan apabila PER mengalami penurunan maka harga saham juga akan mengalami penurunan. Sedangkan hubungan yang cukup kuat atau kuat mengandung arti apabila PER mengalami kenaikan yang cukup besar maka harga saham juga akan mengalami kenaikan yang cukup besar pula, begitu pula sebaliknya apabila PER mengalami penurunan yang cukup besar maka harga saham akan mengalami penurunan yang cukup besar pula.
2. Berdasarkan nilai koefisien penentu atau kontribusi rasio yang dihasilkan oleh PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk. dan PT Semen Cibinong Tbk. dapat disimpulkan bahwa Rasio Profitabilitas, Earning Per Share, dan Price Earning Ratio memiliki pengaruh terhadap harga saham, hanya saja kontribusi Rasio Profitabilitas, EPS dan PER tidak terlalu besar terhadap harga saham.
Hal ini ditunjukkan dengan nilai koefisien penentu yang dihasilkan oleh PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk. untuk Rasio Profitabilitas koefisien penentu yang dihasilkan sebesar 1,96 % ; Earning Per Share sebesar 4,71 % ; dan Price Earning Ratio sebesar 20,25 %.
Sedangkan untuk PT Semen Cibinong Tbk. koefisien penentu yang dihasilkan untuk Rasio Profitabilitas sebesar 1,44 % ; Earning Per Share sebesar 7,29 % ; dan untuk Price Earning Ratio kontribusi terhadap harga saham yang dihasilkan sebesar 30,25 %.
3. Berdasarkan uji hipotesis yang telah dilakukan, diketahui bahwa untuk Rasio Profitabilitas baik untuk PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk. maupun untuk PT Semen Cibinong Tbk. berada pada daerah penerimaan H0, sehingga H0 diterima dan Ha ditolak. Hal ini berarti tidak ada hubungan yang signifikan antara Rasio Profitabilitas dengan harga saham.
Berdasarkan uji hipotesis untuk Earning Per Share, baik yang terjadi pada PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk. maupun PT Semen Cibinong Tbk. berada pada daerah penerimaan H0, sehingga H0 diterima dan Ha ditolak. H0 diterima berarti tidak ada hubungan yang signifikan antara Earning Per Share terhadap harga saham.
Dan berdasarkan uji hipotesis yang dilakukan terhadap Price Earning Ratio, baik untuk PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk. maupun untuk PT Semen Cibinong Tbk. menunjukkan bahwa Price Earning Ratio berada pada daerah penerimaan H0, sehingga H0 diterima dan Ha ditolak. Hal ini berarti tidak ada hubungan yang signifikan antara Price Earning Ratio dengan harga saham.


Berdasarkan kesimpulan di atas, maka penulis mencoba memberikan saran sebatas pengetahuan penulis, sebagai berikut :
1. Berdasarkan penelitian pada koefisien korelasi, Koefisien Penentu (KP) dan uji hipotesis yang telah dilakukan pada kedua perusahaan tersebut meskipun harga saham tidak ada hubungan yang signifikan antara kinerja perusahaan, akan tetapi kedua perusahaan tersebut diharapkan memberikan kinerja keuangan yang lebih baik di masa yang akan datang, terutama untuk mengantisipasi kerugian dari selisih kurs melalui hedging ataupun antisipasi lainnya, sehingga walaupun untuk periode 1998-2002 investor tidak terpengaruh oleh kinerja keuangan kedua perusahaan, karena menyadari keadaan ekonomi yang kurang menguntungkan akibat melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika terutama pada akhir tahun 2000, yang mengakibatkan kedua perusahaan tersebut menderita kerugian selisih kurs yang sangat besar.
2. Bagi para investor, untuk menanamkan dana mereka dalam bentuk saham hendaknya memperhatikan faktor-faktor yang mempengaruhi harga saham sebagai bahan pertimbangan bagi keputusan investasinya. Salah satu faktor yang mempengaruhi harga saham perusahaan adalah kinerja keuangan dari perusahaan yang bersangkutan. Selain kinerja keuangan perusahaan sebaiknya investor juga memperhatikan faktor-faktor lain yang mempengaruhi harga saham, seperti tingkat suku bunga, kebijakan moneter dan fiskal, situasi perekonomian, keadaan politik nasional, dan situasi bisnis internasional.

0 comments:

Poskan Komentar