Another Templates

TULISAN 1


Akibat 'Kebuasan' iPad

Minggu, 18 Juli 2010 | 09:55 WIB


AP/Marcio Jose Sanchez

TEMPO Interaktif, Jakarta -Apple sungguh percaya diri dan berani menepuk dada. Perusahaan berlogo apel tergigit itu mendongkrak produksi iPad dengan memerintahkan pabrik rekanannya di Taiwan untuk meningkatkan produksi sebanyak 2,3-2,35 juta unit bulan ini.

Pasalnya, pada 22 Juni lalu, CEO Apple Steve Jobs sudah mengumumkan bahwa pihaknya akan memperluas pasar iPad ke sembilan negara lagi di dunia pada Juli. Perluasan pasar inilah yang diperkirakan bakal terus mendongkrak penjualan iPad.

Bisa jadi langkah itu masuk akal karena bulan Juni Apple sudah menjual 3 juta unit iPad, hanya 80 hari sejak debut tablet tipis itu pada April lalu. Analis memperkirakan sampai akhir tahun ini Apple akan berhasil menjual 6-10 juta unit iPad. Fantastis.

iPad yang dipesan didominasi iPad yang mendukung 3G dan Wi-Fi, bukan model pendukung Wi-Fi saja. Diperkirakan model ini justru akan lebih diminati ketimbang model Wi-Fi.

"Buasnya" Apple tak pelak membuat pemain lain mengambil ancang-ancang, khususnya penyedia perangkat pembaca buku digital. Memang harga iPad yang berkisar US$ 499 itu terbilang mahal. Namun keunggulan iPad di sektor resolusi layar serta kemampuan memutar video dan mengakses Internet telah menjadi daya pikat tersendiri.

Pada akhirnya, telah terjadi perang harga yang sangat panas di pasar pembaca buku digital. Perusahaan asal Jepang, Sony, menurunkan harga Sony E-Reader, perangkat pembaca buku elektronik. Harganya dipangkas jadi US$ 299,99 dari US$ 349,99.

Harga E-Reader akan mendekati Amazon Kindle DX, pembaca buku digital buatan Amazon yang paling mahal. Kindle DX dibanderol US$ 379 dari sebelumnya US$ 489.

Kindle versi paling murah juga diturunkan harganya menjadi US$ 189. Alhasil, ia bersaing ketat dengan Sony Touch Edition, yang menjadi US$ 169,99 dari sebelumnya US$ 249,99, atau E-Reader Pocket Edition, yang turun harga menjadi US$ 149,99 dari US$ 169,99.

Barnes & Noble juga begitu. Perusahaan itu menurunkan harga Nook menjadi US$ 199.

Semuanya khawatir iPad akan menggerus pasar masing-masing. Saat ini pasar pembaca buku digital masih dikuasai Amazon dengan 60-65 persen pangsa pasar. Disusul Sony dengan 30-35 persen.

Sedangkan di pasar tablet, pasar yang sebenarnya bagi iPad pelan-pelan mulai menggeliat. HP, yang telah mengakuisisi Palm, mempersiapkan tablet dengan sistem operasi buatan Palm, webOS. Demikian pula LG, yang akan menembus pasar tablet dengan sistem operasi Android versi 2.2 akhir tahun ini.

LG sudah memamerkan prototipe tabletnya, UX10, di Computex 2010 di Taipei, Taiwan, pada Juni lalu. Ia memakai layar sentuh berukuran 10,1 inci dengan prosesor Intel Atom Z530 dan RAM 1 gigabita. Ia juga dilengkapi kamera 1,4 megapiksel, slot kartu memori eksternal, output HDMI, dan hard disk 120 gigabita.

Tak mau kalah, vendor asal Cina, Huawei, melakukan hal yang sama. Perusahaan ini mempersiapkan tablet S7 yang bekerja dengan sistem operasi Android. Namun ukuran layarnya hanya 7 inci.

Adapun hasil akuisisi HP terhadap Palm akan melahirkan tablet Slate, yang sebelumnya akan memakai sistem operasi Windows 7, sebagaimana yang dipamerkan di International Consumer Electronics Show pada Januari lalu. Namun rencana itu buyar dan kabarnya Slate akan memakai webOS.

DEDDY SINAGA | BERBAGAI SUMBER

0 comments:

Poskan Komentar